Tentara gadungan
Sumber: Kompas 24 Agustus
Tentara Palsu Tersandung Perempuan Tentara
Penampilan Suwanto (32) memang persis tentara benaran. Suaranya berat dan pendek-pendek, posturnya rada tegap dan tinggi.
Melihat penampilan seperti itu, rasanya tidak ada yang ragu bahwa lelaki asal Semarang, Jawa Tengah, itu benar-benar tentara saat mengenakan seragam dan baret hijau Kostrad, lengkap dengan tanda pangkat Mayor di pundaknya. Apalagi sepucuk pistol, yang kemudian diketahui sebagai pistol mainan jenis FN, selalu menggantung di pinggangnya, sementara di dada kanannya tertulis nama R Raka Hernanto.
Suwanto memang memendam keinginan kuat menjadi tentara. Sayangnya, sudah empat kali dia mengikuti seleksi di Akademi Militer Magelang sejak tahun 1990, tetapi selalu gagal di tes terakhir. Terobsesi hal itu, Suwanto akhirnya membeli seragam tentara. Tidak tanggung-tanggung, dia membeli dua seragam dari satuan dan angkatan yang berbeda, yakni TNI AU dan TNI AD.
Seragam ini saya beli di Senen, kata Suwanto ketika diperiksa di Kepolisian Sektor Metropolitan Pondok Gede, Bekasi, Selasa (23/8). Namun, sepandai-pandai tupai melompat sekali waktu terjatuh juga. Begitulah penyamaran Suwanto alias Mayor R Raka Hernanto yang sehari-hari adalah karyawan sebuah perusahaan leasing itu sebagai tentara gadungan juga harus berakhir.
Pertengahan Agustus lalu, ia ditangkap gara-gara terbelit persoalan cinta dan penipuan.
Penangkapan itu berawal dari pengaduan seorang perempuan tentara (benaran), sebut saja bernama Windi. Ia melapor ke Polisi Militer TNI AU hendak mencari pacarnya, seorang Mayor Penerbang di Halim. Selama dua bulan pacaran, Windi mengaku ditipu Rp 1,5 juta. Selain itu, ia juga menduga Raka punya pacar lain, selain dirinya.
Setelah dicek, ternyata tidak ada nama Mayor Raka Hernanto di TNI AU. Meski demikian, petugas POM tetap membantu Windi mencari yang bersangkutan. Ternyata, orang yang disebut Mayor Penerbang Raka Hernanto itu tinggal di Pondok Gede. Ia juga sudah menikah dengan Nur, dan punya seorang anak. Mayor Raka, eh Suwanto, juga mempunyai pacar lain, sebut saja Dewi, sebelum dia memacari Windi.
Ketika digeledah, ternyata ia memiliki seragam Kostrad dengan pangkat Mayor juga. Belakangan diketahui, ia juga memiliki sebuah kartu tanda anggota (KTA) lain dengan pangkat Kapten Infanteri.
Kepada petugas POM TNI AU ia akhirnya mengaku sebagai tentara gadungan. Karena ada unsur penipuan dan pemalsuan, pemeriksaan (selanjutnya) diserahkan ke polisi, kata Kepala Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Metropolitan Pondok Gede Iptu Darmo Suhartono, Selasa kemarin.
Kini, Suwanto menjadi penghuni sel tahanan polisi. Namun, lelaki ini masih tetap tampil gagah ketika dipertemukan dengan wartawan. Saya sangat ingin jadi tentara, ujar Suwanto dengan mantap. (cok)
Tentara Palsu Tersandung Perempuan Tentara
Penampilan Suwanto (32) memang persis tentara benaran. Suaranya berat dan pendek-pendek, posturnya rada tegap dan tinggi.
Melihat penampilan seperti itu, rasanya tidak ada yang ragu bahwa lelaki asal Semarang, Jawa Tengah, itu benar-benar tentara saat mengenakan seragam dan baret hijau Kostrad, lengkap dengan tanda pangkat Mayor di pundaknya. Apalagi sepucuk pistol, yang kemudian diketahui sebagai pistol mainan jenis FN, selalu menggantung di pinggangnya, sementara di dada kanannya tertulis nama R Raka Hernanto.
Suwanto memang memendam keinginan kuat menjadi tentara. Sayangnya, sudah empat kali dia mengikuti seleksi di Akademi Militer Magelang sejak tahun 1990, tetapi selalu gagal di tes terakhir. Terobsesi hal itu, Suwanto akhirnya membeli seragam tentara. Tidak tanggung-tanggung, dia membeli dua seragam dari satuan dan angkatan yang berbeda, yakni TNI AU dan TNI AD.
Seragam ini saya beli di Senen, kata Suwanto ketika diperiksa di Kepolisian Sektor Metropolitan Pondok Gede, Bekasi, Selasa (23/8). Namun, sepandai-pandai tupai melompat sekali waktu terjatuh juga. Begitulah penyamaran Suwanto alias Mayor R Raka Hernanto yang sehari-hari adalah karyawan sebuah perusahaan leasing itu sebagai tentara gadungan juga harus berakhir.
Pertengahan Agustus lalu, ia ditangkap gara-gara terbelit persoalan cinta dan penipuan.
Penangkapan itu berawal dari pengaduan seorang perempuan tentara (benaran), sebut saja bernama Windi. Ia melapor ke Polisi Militer TNI AU hendak mencari pacarnya, seorang Mayor Penerbang di Halim. Selama dua bulan pacaran, Windi mengaku ditipu Rp 1,5 juta. Selain itu, ia juga menduga Raka punya pacar lain, selain dirinya.
Setelah dicek, ternyata tidak ada nama Mayor Raka Hernanto di TNI AU. Meski demikian, petugas POM tetap membantu Windi mencari yang bersangkutan. Ternyata, orang yang disebut Mayor Penerbang Raka Hernanto itu tinggal di Pondok Gede. Ia juga sudah menikah dengan Nur, dan punya seorang anak. Mayor Raka, eh Suwanto, juga mempunyai pacar lain, sebut saja Dewi, sebelum dia memacari Windi.
Ketika digeledah, ternyata ia memiliki seragam Kostrad dengan pangkat Mayor juga. Belakangan diketahui, ia juga memiliki sebuah kartu tanda anggota (KTA) lain dengan pangkat Kapten Infanteri.
Kepada petugas POM TNI AU ia akhirnya mengaku sebagai tentara gadungan. Karena ada unsur penipuan dan pemalsuan, pemeriksaan (selanjutnya) diserahkan ke polisi, kata Kepala Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Metropolitan Pondok Gede Iptu Darmo Suhartono, Selasa kemarin.
Kini, Suwanto menjadi penghuni sel tahanan polisi. Namun, lelaki ini masih tetap tampil gagah ketika dipertemukan dengan wartawan. Saya sangat ingin jadi tentara, ujar Suwanto dengan mantap. (cok)
0 Comments:
Post a Comment
<< Home