Makasih Pak Ariel...
Mereka tidak hanya memboyong otak cerdas yang bisa meningkatkan mutu diskusi kelas atau debat publik di Indonesia, mereka juga memboyong uang sekolah dan biaya hidup yang jumlah totalnya sulit dibayangkan. Selain Rp 200 juta per tahun per orang untuk uang sekolah dan biaya hidup, ada ribuan orangtua mereka yang menyusul serta membeli rumah dan apartemen di Australia. Warga asing dari Indonesia menjadi pemilik properti menonjol di Singapura dan Australia.
Ada persamaan di antara pencari suaka Papua, para siswa dan mahasiswa kita, dengan warga Aborijin di Australia. Semuanya lebih suka tinggal di negeri sendiri kalau saja mereka yakin akan mendapatkan apa yang mereka butuhkan dalam menghadapi globalisasi.
Ada persamaan di antara pencari suaka Papua, para siswa dan mahasiswa kita, dengan warga Aborijin di Australia. Semuanya lebih suka tinggal di negeri sendiri kalau saja mereka yakin akan mendapatkan apa yang mereka butuhkan dalam menghadapi globalisasi.
0 Comments:
Post a Comment
<< Home