Sunday, July 16, 2006

Hetero

Dari Surat Pembaca Pikiran Rakyat, 16 Juli, tentang kejadian 11 Juli.
Liberty, Equality, Fraternity

Listening to: Ai Otsuka - Frienger

HARI Selasa, 11 Juli 2006 saya mengalami suatu peristiwa yang membuat saya merasa malu sebagai seorang pribumi. Peristiwa itu terjadi di sekitar Antapani. Kebetulan saat itu saya bersama teman saya naik motor (masing-masing membawa motor) hendak menuju rumah saya. Pada saat di jalan (di depan Borma Antapani) ada satu mobil Kijang hijau (saya lupa pelat nomornya, yang saya ingat D **20 DZ) berada di belakang kami dan pengemudinya (seorang bapak-bapak) dengan tidak sabar mengklakson kami, padahal di depan kami terdapat mobil sedan hitam yang otomatis sulit untuk kami menyalipnya.

Di dekat belokan pom bensin, bapak itu menunjuk-nunjuk saya dan otomatis karena saya pun kesal saya mengacungkan jari tengah saya ke bapak tersebut. Setelah belokan rupanya bapak itu mengejar dan dia menyerempet motor saya. Saya pun jatuh dan teman saya pun menghampiri saya.

Sebetulnya bukan itu permasalahannya, permasalahannya ada pada kata-kata Bapak tersebut. Mungkin melihat teman saya yang kebetulan warga keturunan Tionghoa, bapak itu pun berkata, "Kamu Cina ya? Jangan berani-berani sama pribumi." Saya yang mendengar itu jujur saja merasa emosi, saya pun membentak bapak tersebut, tapi masalahnya belum selesai dan bapak itu langsung masuk ke mobilnya dan pergi.

Jujur saja, saya sendiri seorang pribumi, tapi saya sungguh malu terhadap tingkah bapak tersebut. Sebetulnya saya ingin tahu apa perbedaannya orang keturunan Tionghoa dengan orang pribumi? Menurut saya kita semua sama saja, tinggal di negara yang sama, makan di tempat yang sama, yang membedakan hanya ras. Tapi bukankah perbedaan itu indah? Saya sangat menyayangkan kata-kata bapak tersebut yang terkesan tidak memakai otak dalam mengatakan sesuatu! Dan lagi melihat umur bapak tersebut, sangat disayangkan beliau masih memiliki pemikiran yang sedemikian picik!

Akhir kata, saya juga ingin mengimbau agar kita semua orang-orang pribumi janganlah memiliki pemikiran yang sepicik itu, saya tekankan lagi perbedaan itu suatu hal yang indah. Dan juga kepada semua orang keturunan Tionghoa, saya ingin mengucapkan permintaan maaf sebesar-besarnya apabila Anda pernah mengalami masalah dengan sikap orang-orang seperti bapak yang saya ceritakan di atas.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home


Counters