Samuel Mulia lap Nadine Candrawinata
Listening to: Minmi - It's Summertime!!!
Jadi emang keluhan kelas borjuis ttg Nadine, Bahasa Inggrisnya yang grammatically & phonetically (kali, yg pasti ngobrol sama William, sering banget dia salah paham dengan pronounciation gua) not rite. Pertama kali gua denger keluhan ini dari Greg. Keluhan kelas J2 (Jenggot & Jilbab) ttg Nadine yah soal pornoaksi whatever.
O ya, artikel Samuel Mulia ini ada di Kompas hari Minggu ini, gua yakin. Kalo versi onlinenya di kolom 'Kesehatan'.
Iya sebagai orang Indonesia yg di luar negeri gua setuju..."emang bahasa inggris situ lebih beres dari Nadine? Sampeyan sure kalo disorot tipi dan disuruh ngomong ga akan garuk2 kepala dan ngelus2 tangan dan penuh 'eeeuuuh....'?"
O ya, gua bukan ngefan berat sama Nadine, dia tidak (belum) hadir di mimpi2ku, baik indah maupun basah. Mungkin ternyata kalo ketemu dia, jadi Liaison (can you spell this French word, sucka?) Officernya, ternyata orangnya jutek + jaim + emang ngasih perintah Inggris2an tapi syntax error.
Tapi perhatikan kata Samuel! "Kenapa bilang Bahasa Inggrisnya Nadine malu2in, sementara banyak yang jauh memalukan." RUU APP sangat memalukan. Menuntut pengiriman tentara Indonesia ke Libanon sementara Pangandaran belum beres super memalukan.
Di tangan lain (on the other hand), jangan malu terus doong. Lihat, pelajar2 kita juara dunia fisika. Yang memalukan itu kalo nanti institusi2 Indonesia (pemerintah maupun swasta) ga bisa menyenangkan hati mereka untuk mengabdi ke Indonesia. Feodalisme telah mengakibatkan ratusan jagoan Indonesia memilih negara yang betul2 bisa menghargai mereka.
Mungkin betul kata Samuel, sebabnya kita berlindung di bawah selimut. Terus marah kalo ada yg keluar selimut. Mental terkepung kita selalu mikir 'di luar semua orang jahat dan mau ngerjain kita. Dikata2in koruptor dan teroris. Udah jangan ngaku orang Indonesia.'
JANGAN NGAKU ORANG INDONESIA KALO KAMU GA MAU LAWAN PARA PENGKHIANAT NEGARA, para koruptor dan teroris dan orang2 munafik (orang munafik itu yang paling dibenci semua kitab suci).
Pernah denger orang Jepang ngomong Inggris? Udah liat Miss Mesir dan Miss Malaysia?
Sekali lagi, gua bukan fanboynya Nadine. Tapi please stop being nihilistic. Gua juga sedih Dimas dikata2in jadi calo sekolah, calo beasiswa. Yang ngatain ini kali calo surat sakti atau calo tanah sengketa. Kenapa kita suka being nihilistic, menyakiti dan membunuh diri sendiri? Jadi nihilis itu, kita mendukung kejahatan.
Dan memang, banyak yang gua tulis itu yang harus gua praktekkan ke diri sendiri.
0 Comments:
Post a Comment
<< Home