Mario no Hibi

Saturday, July 29, 2006

Lonely in Gorgeous

Listening to: Tommy february6 - Lonely in Gorgeous

Hari ini gua kesepian dan tanpa disangka hari ini gua bener happy.

Tadi malem gua chat sama Anissa sampe jam 2, gua off karena gua janji off setelah lagu yg dia pasang selesai. Paginya ya rasa kesepian banget, dia weekend ini ga OL (nginep di rumah temennya), ga ada temen deh.

Well, gua siang2 keluar, emang roti tawar abis. Gua makan satu pack sushi aja, beli roti, beli fillet KFC, pulang. Sebetulnya gua juga enjoy...hari itu ga biasanya, bener2 Asia dimana2, couplenya juga Asia-Asia semua. Emang ada berapa yg ce Asia co bule (emang jarang ya co Asia ce bule) tapi bener2 gua inget taun2 lalu, saat gua main sama temen2 Indonesia atau Singapore semua.

Pulangnya gua mulai ngeset Liga Eropa gua di Winning Eleven 9. Yah dengan transfer list sekarang, yang tiap hari bisa berubah. MU lemah banget, striker utamanya diitung Smith (lebih kuat daripada Saha), biarpun wingernya Rooney dan Ronaldo ya kuat banget. Madrid tetep Ronaldo-Raul. Di Chelsea Shevchenko jadi wing pengganti Duff. Jadi gua kemaren nemu website yg ngerankingin semua klub Eropa sesuai itung2an performancenya, itungan 2005-2006 buat WE9 ini. WE10 belum ada di Ostrali, nanti gua pake itungan 2007. Yah, game yg belum selesai2 karena gua rombak dan bongkar terus. Gua mainin seolah di Eropa itu hanya ada satu liga, ini divisi utamanya.

Anyway, siang itu gua chat sama Marsella, juga sama Phara. Terus sama Emiko, ce Cina Malaysia yg ngaku2 Jepang. Kali dari nama Inggrisnya Emily. Dia online sambil kerja, jadi sales executive toko furniture di KL, yah tau lah toko di mall Asia gitu, buka sampe malem apalagi weekend. Waktu gua ke KL 1/2 10 malem mall masih gila penuhnya, jangan dibanding sama Ostrali.

Waktu ada SMS jam 8.30 gua udah feeling itu Anissa. Abisnya Dimas sama Will udah seharian ga bales SMS gua. Benar! Happy banget gua. Dia ngeluh kelamaan di rumah (dia nyebut dirinya homegirl, dari ledekan gua), ga enjoy di mall. Dia bilang baru tau kenapa co males nemenin ce ke mall, nemenin temennya belanja baju dalam 3 jam dapet sepotong. Gua bilang gua bersertifikat nemenin ce di mall. Yah terus dia muji2 gua, terus ketawa sama joke gua.

Udah deh abis itu gampang semua. Chat sama Mario Hertanto, sama Jessica soal laptop, ngafe dan popup di Windows bajakan, terus ya penutup sama greg.

Gua bener bersiin dapur, tapi belum nyetrika dan bersihin kamar mandi. Besok pagi deh, gua udah janji ke Anissa.

O ya, abis makan gua liat2 videonya Tommy february6 sama heavenly6. Dua2nya itu alter ego bekas vokalis alternative, Tomoko Kawase. february6 ce culun yg pemabokan, sok imut tapi jahat. heavenly6 itu ce plastic punk, ripoff Avril banget. Video2nya february6 itu ancur abis, WTFnya WTF. Yg judulnya Lonely in Gorgeous ini Greg, yg kata gua parodynya Sabotage (yang juga parodinya serial Starsky and Hutch).

Diana, Anissa, Marsella. Generasi baru temen ce gua pengganti Roma, Christina dan Elise. Peralihannya ya Jessica sama Anna.

Yang gua seneng, Anissa udah inisiatif SMS gua lagi.

Wednesday, July 26, 2006

Next time ya Mar...

1) Jangan menikmati bt mu dengan sendiri. Rugi bener2 rugi.

2) Kalo ada opportunity dapet no HP ce, bener deh get it. E-mail mah secondary. Trus us.

3) Bener2 ungkapin serius kalo lu mau deketin si ce. Jangan setengah2.

4) Trust yourself. Bisa gol itu karena ditendang sekuat tenaga dengan napsu mengalahkan si kiper.

5) Tiap hari ada rejekinya sendiri. BUT PLEASE DON'T WASTE A SINGLE DAY! God makes each day beautiful!

Listening to - BoA - Garden in the Air

Sunday, July 23, 2006

Utada Hikaru - Keep Tryin'

I don't care about anything
While making a face like, "OK, Whatever"
I've always, always been praying
I want what I don't have
I can't be satisfied that easily
So I keep trying
Watching a 10 o'clock comedy show
Working off my stress from work
I don't like being alone
I think that kinda stuff is important
This year everything seems like a real drag
I want the reward that only
Challengers receive
I don't care about anything
Even if I'm running a little late in the morning
I'm gonna try my best
How many times have I stupidly
Got my hopes up? There are no barriers
That's why I keep trying
The truth is, I'm hungrier than anybody else
Even though I try and hide my messed up feelings
Every morning, I want to destroy this mirror
Which reflects my weak natural face
A wish on a moonlight night; it's a beautiful thing
But become the target, jump in the mud
Lady, let's go
I don't care about anything
While deciding on a cool pose
To tell you the truth
I've been fighting
It's such a precious life; You'll have to
Reach for each and every bit of rest.
"Time is money"; Don't you dare say,
"My dream is to be a politician"
Don't you have any dreams?
"Money rather than love?"
My darling is a businessman
But that's alright, but only if there's love
I don't care about anything
While making a face like, "OK, Whatever"
I've always, always been praying
I want what I don't have
I can't be satisfied that easily
So I keep trying
Bobbing up and down in this
World of ours can be so fierce
No matter the time, the value doesn't change
That's 'cause you just...
Boys are always,
Always stuck with unrequited love
With passion, with passion
You can't put a price on it
Father, keep trying, trying
Mother, keep trying, trying
Brother, Mr. Conductor, Ms. Bride
Keep trying, trying
Boys are always,
Always stuck with unrequited love
With passion, with passion
You can't put a price on it
Father, keep trying, trying
Mother, keep trying, trying
Brother, Mr. Conductor, Ms. Bride
Keep trying, trying
Boys are always,
Always stuck with unrequited love
With passion, with passion
You can't put a price on it
Father, keep trying, trying
Mother, keep trying, trying
Brother, Mr. Conductor, Ms. Bride
Keep trying, trying

Samuel Mulia lap Nadine Candrawinata

Listening to: Minmi - It's Summertime!!!

Jadi emang keluhan kelas borjuis ttg Nadine, Bahasa Inggrisnya yang grammatically & phonetically (kali, yg pasti ngobrol sama William, sering banget dia salah paham dengan pronounciation gua) not rite. Pertama kali gua denger keluhan ini dari Greg. Keluhan kelas J2 (Jenggot & Jilbab) ttg Nadine yah soal pornoaksi whatever.

O ya, artikel Samuel Mulia ini ada di Kompas hari Minggu ini, gua yakin. Kalo versi onlinenya di kolom 'Kesehatan'.

Iya sebagai orang Indonesia yg di luar negeri gua setuju..."emang bahasa inggris situ lebih beres dari Nadine? Sampeyan sure kalo disorot tipi dan disuruh ngomong ga akan garuk2 kepala dan ngelus2 tangan dan penuh 'eeeuuuh....'?"

O ya, gua bukan ngefan berat sama Nadine, dia tidak (belum) hadir di mimpi2ku, baik indah maupun basah. Mungkin ternyata kalo ketemu dia, jadi Liaison (can you spell this French word, sucka?) Officernya, ternyata orangnya jutek + jaim + emang ngasih perintah Inggris2an tapi syntax error.

Tapi perhatikan kata Samuel! "Kenapa bilang Bahasa Inggrisnya Nadine malu2in, sementara banyak yang jauh memalukan." RUU APP sangat memalukan. Menuntut pengiriman tentara Indonesia ke Libanon sementara Pangandaran belum beres super memalukan.

Di tangan lain (on the other hand), jangan malu terus doong. Lihat, pelajar2 kita juara dunia fisika. Yang memalukan itu kalo nanti institusi2 Indonesia (pemerintah maupun swasta) ga bisa menyenangkan hati mereka untuk mengabdi ke Indonesia. Feodalisme telah mengakibatkan ratusan jagoan Indonesia memilih negara yang betul2 bisa menghargai mereka.

Mungkin betul kata Samuel, sebabnya kita berlindung di bawah selimut. Terus marah kalo ada yg keluar selimut. Mental terkepung kita selalu mikir 'di luar semua orang jahat dan mau ngerjain kita. Dikata2in koruptor dan teroris. Udah jangan ngaku orang Indonesia.'

JANGAN NGAKU ORANG INDONESIA KALO KAMU GA MAU LAWAN PARA PENGKHIANAT NEGARA, para koruptor dan teroris dan orang2 munafik (orang munafik itu yang paling dibenci semua kitab suci).

Pernah denger orang Jepang ngomong Inggris? Udah liat Miss Mesir dan Miss Malaysia?

Sekali lagi, gua bukan fanboynya Nadine. Tapi please stop being nihilistic. Gua juga sedih Dimas dikata2in jadi calo sekolah, calo beasiswa. Yang ngatain ini kali calo surat sakti atau calo tanah sengketa. Kenapa kita suka being nihilistic, menyakiti dan membunuh diri sendiri? Jadi nihilis itu, kita mendukung kejahatan.

Dan memang, banyak yang gua tulis itu yang harus gua praktekkan ke diri sendiri.

Saturday, July 22, 2006

Re-run Fringe Festival 05

Listening to: Ketsumeishi - Outlaw

Optimisme Sawung (Sawung? Sawung Kampret?) gua ambil sepenuhnya lah. Sementara dari Bela dia ninggalin pesen ke gua:

"Jangan pernah kehilangan prinsipmu."

Dan apa artinya prinsip, apa artinya teorinya Imagined Communities Anderson dan debat di Ajangkita kalo gua lagi tenggelam di padang bunga Jepang? Gua lagi pengen punya pacar, bukan memperbaiki Indonesia. Damn krisis BBM, damn perlawanan korupsi. Gua pengen punya cewek yg gua pegang tangannya, yg dengan tenang menunjukkan kelemahan argumen gua, yang berdiri bareng di kereta.

Thursday, July 20, 2006

Dari e-mail gua ke bokap

Ga layak muat di blog FS.

Emang apa sih Indonesia? Kakak sama Mama ngobrolin C&R. Papa beli buku teologi sosial di Gramedia. Abby training jadi guru bahasa Inggris. Anissa download mp3 Jepang. Dimas menjamu klien di restoran Jepang2an. Joezer les aikido, Greg mikir strategi pdkt. Semua di tengah jilbab nulis surat menuntut syariat Islam, SMS gosip Jakarta tsunami, sampah, dan FBR ceramah jorok (liat rekamannya di tv sini) di mesjid, dan anak jalanan.

Listening to: Kazami - You~Himawari~

Monday, July 17, 2006

BoA - Everlasting

for my greatest friends.

The remaining snow on the roadside trees
Are blown away in the light
Even if I'm filled with pride or looking down at myself
I can't stop the season from changing

Just like pinky swearing
Or saying phrases like 'bye' or 'see you'
How can you forget those familiar gestures?
Are we headed to different futures?

If this farewell is beginning of a journey
I'll smile as much as I can for you
Even the fact that we met and the streets we've walked
Will remain in our hearts

I'll never, ever, forget
Even if I open countless doors
It doesn't matter how far apart we are
Our locked hands will never separate

I will have to forget you even if I have to force myself
Or I won't be able to face the rest of my own journey
As the train starts to move away from the platform
You become small

When I was at pain, for my sake
You told me it will be all right through my tears
I will be stronger so I won't feel embarassed
So promise me that our dreams will come true

My silent tears are pouring out of my heart but
I'll take a step forward without regrets
I'm sorry for your tenderness
Until I see you once again

Everlasting.

Sunday, July 16, 2006

Hetero

Dari Surat Pembaca Pikiran Rakyat, 16 Juli, tentang kejadian 11 Juli.
Liberty, Equality, Fraternity

Listening to: Ai Otsuka - Frienger

HARI Selasa, 11 Juli 2006 saya mengalami suatu peristiwa yang membuat saya merasa malu sebagai seorang pribumi. Peristiwa itu terjadi di sekitar Antapani. Kebetulan saat itu saya bersama teman saya naik motor (masing-masing membawa motor) hendak menuju rumah saya. Pada saat di jalan (di depan Borma Antapani) ada satu mobil Kijang hijau (saya lupa pelat nomornya, yang saya ingat D **20 DZ) berada di belakang kami dan pengemudinya (seorang bapak-bapak) dengan tidak sabar mengklakson kami, padahal di depan kami terdapat mobil sedan hitam yang otomatis sulit untuk kami menyalipnya.

Di dekat belokan pom bensin, bapak itu menunjuk-nunjuk saya dan otomatis karena saya pun kesal saya mengacungkan jari tengah saya ke bapak tersebut. Setelah belokan rupanya bapak itu mengejar dan dia menyerempet motor saya. Saya pun jatuh dan teman saya pun menghampiri saya.

Sebetulnya bukan itu permasalahannya, permasalahannya ada pada kata-kata Bapak tersebut. Mungkin melihat teman saya yang kebetulan warga keturunan Tionghoa, bapak itu pun berkata, "Kamu Cina ya? Jangan berani-berani sama pribumi." Saya yang mendengar itu jujur saja merasa emosi, saya pun membentak bapak tersebut, tapi masalahnya belum selesai dan bapak itu langsung masuk ke mobilnya dan pergi.

Jujur saja, saya sendiri seorang pribumi, tapi saya sungguh malu terhadap tingkah bapak tersebut. Sebetulnya saya ingin tahu apa perbedaannya orang keturunan Tionghoa dengan orang pribumi? Menurut saya kita semua sama saja, tinggal di negara yang sama, makan di tempat yang sama, yang membedakan hanya ras. Tapi bukankah perbedaan itu indah? Saya sangat menyayangkan kata-kata bapak tersebut yang terkesan tidak memakai otak dalam mengatakan sesuatu! Dan lagi melihat umur bapak tersebut, sangat disayangkan beliau masih memiliki pemikiran yang sedemikian picik!

Akhir kata, saya juga ingin mengimbau agar kita semua orang-orang pribumi janganlah memiliki pemikiran yang sepicik itu, saya tekankan lagi perbedaan itu suatu hal yang indah. Dan juga kepada semua orang keturunan Tionghoa, saya ingin mengucapkan permintaan maaf sebesar-besarnya apabila Anda pernah mengalami masalah dengan sikap orang-orang seperti bapak yang saya ceritakan di atas.

Friday, July 14, 2006

Pikiran ttg revisi UU Kewarganegaran

Mula2 keluarin yang di kepala gua: Tajuk Rencana Kompas maunya terlalu PC dan nutupin semua celah, malah jadinya ga jelas dan plin plan. Yah Kompas memang gitu...plin plannya ampun. Dan suka ga jelas. Paling ga Republika sama Suara Pembaruan punya posisi.

Jelas gua bikin essay ttg Holocaust dan Modernitas, belajar tentang anti-Semitisme (Semit bukan hanya Yahudi, tapi berbagai bangsa di Timur Tengah...tapi yang orang Eropa abad 19 tau emang cuma Yahudi), yah udah jelas lah lumayan banyak kesamaannya sama anti-Tionghoa di Asia Tenggara (bukan cuma Indonesia).

Gua inget waktu 2004 gua begitu nasionalis. Mungkin gua masih nasionalis. Buat gua nasionalisme itu adalah nasionalisme sipil - tanpa goblok2an Lemhanas/P4, tanpa identitas Islam, sekarang gua tambahkan - tanpa asimilasi. Gua setuju banget dengan Zygmunt Bauman, gurunya dosen gua dan subyek dari essay gua - asimilasi adalah pembunuhan.

Gua bangga Dimas dan Tito, sebagai orang Jawa, lebih dulu setuju integrasi daripada gua. Kita (orang Tionghoa dan non-Tionghoa) diajarin integrasi itu jelek, bagusnya asimilasi. Tapi kembali kayak topik disertasinya Charlotte - apa itu budaya Cina? Apa itu identitas Cina? Apa itu budaya Indonesia? Apa itu identitas Indonesia ('pribumi', 'Melayu', atau whatever the name is, setengah dari total gen gua, gua lompatin di sini).

Gua juga seneng beberapa bulan lalu gua berhasil meyakinkan Papa tentang integrasi. Emang beliau selalu takut integrasi larinya ke counter-rasisme. Buat gua, apa bedanya integrasi Tionghoa dengan integrasi Batak, Madura, atau Melayu yang dimaklumi rasa kebangaan etnisnya oleh Jawa? Gua mulai belajar kalo tanah bukan harga mati. Manusia selalu berpindah-pindah. Mungkin harga mati itu etnis...atau kebangsaan...atau ras. Dan bangsa Indonesia adalah bagian dari ras Asia. Menurut post-modernisme (Bauman lagi), nggak ada yang namanya harga mati. Gua sendiri yah Modernis Romantis.

Mungkin karir gua nantinya spesialisasi ke Hubungan Internasional Asia Timur. Mungkin di saat yang sama gua jadi aktivis hak Tionghoa, seperti orang lain jadi aktivis perdamaian atau hak perempuan.

Yah, gua lega gua tetep seorang nasionalis.

Listening to: Tokyo Jihen - Kao

Pikiran Rakyat juga

Diana Tundukkan 9 Pemain Garuda

Mantap Greg.

Listening to: Koes Ploes - Diana (emang lu punya mp3nya Mar?)

...Paman Petani...

WTF

Aborsi Dibolehkan Jika Membahayakan Sang Ibu

"Bandung Raya", Pikiran Rakyat, Jumat 14.07.06.

...

Aborsi dibolehkan jika proses kelahiran membahayakan sang ibu.

Listening to: Tokyo Jihen - Feeling for My Motherland
(maunya Winter Song cuma ini lebih pas ke blognya)

Wednesday, July 12, 2006

Julia Suryakusuma menulis

Gua kenal dia taun lalu waktu Melbourne's Writer Festival. Yah orangnya jaim juga sih, emang gua juga ga kenal baik jadinya. Tapi emang gua nanya ke dia (sama Linda Christanty), gimana perkembangan pengajaran sastra Indonesia di abad 21 ini.


Bener2 masih inget, seperti komentar seorang guru Bahasa Indonesia (orang Ostrali) waktu itu...dari 17 ribu pelajar Indonesia di Melbourne, hanya ada 1 yang datang. 1 itu ya hanya gua.

Salam buat yang lagi pada menulis.

Harpot orang Indonesia...i imut.

Listening to: Utada Hikaru - Deep River
PS: Nintendo Jepang bikin kontes...pemenangnya dapet hadiah main Tetris lawan Utada Hikaru.

Wednesday, July 05, 2006

Makasih Mas Sindhunata...

Lalu Melkisedek berpesan, satu-satunya kewajiban sejati manusia adalah mewujudkan takdirnya. "Dan saat engkau menginginkan sesuatu, seluruh jagat raya bersatu padu untuk membantumu meraihnya," katanya.

ola dan kaki Zidane seakan memperagakan kata-kata ini, pulchrum est quod visu placet, apa yang indah adalah apa yang menyenangkan pada pandangan mata.

Zidane telah melengkapi takdirnya sebagai pemain bola. Tak hanya itu, ia juga telah menjadi "Melkisedek Bola". Selepas pertandingan Brasil melawan Perancis, ia mengusap pipi Lucio dan mengelus-elus rambut Ze Roberto yang terkapar di rumput. Seakan ia hendak menghibur pemain Brasil itu, bahwa kekalahan adalah duri yang memang harus dilalui oleh pemain bola. Lalu si kecil Robinho merangkul lehernya, seperti "anak kera yang tak mau berpisah dari ibunya". Kepada Zidane, rekan seklubnya di Real Madrid, si kecil Robinho melihat teladan yang meneguhkan, yakni bahwa masih sangat panjanglah jalan untuk melengkapi takdirnya sebagai pemain bola.

Maka, kata Schweitzer lagi, kamu akan muda semuda kepercayaannya, dan kamu akan tua setua keraguanmu. Kamu akan muda semuda harapanmu, dan kamu akan tua setua keputusasaanmu. Maka sejauh keindahan, kegembiraan, keagungan dunia, manusia dan Tuhan merambati hatimu, kamu akan tetap tinggal muda selamanya.

Listening to: L'arc~en~ciel -
Jyojyoushi


Counters